LDK UKDM UPI

Karena Islam Milik Kita Semua


Aksi LDK UKDM Peduli Negeri dan Orasi Ketua Umum UKDM UPI 2014


Ketua Umum LDK UKDM UPI 2014
Yuly Tri Prabowo (Pend. Sejarah 2011)

Barrakallah. Semoga menjadi #UKDMlebihBaik 

Ketua Umum LDK UKDM UPI 2014


Manusia merupakan makhluk sosial, sehingga tidak bisa hidup sendiri tanpa adanya interaksi dan bantuan dari manusia yang lain. Oleh sebab itu tujuan diciptakannya manusia di muka bumi ini selain untuk beribadah dan menjadi khalifah adalah untuk saling ta’aruf (mengenal). Hal ini merupakan fitrah yang telah Allah berikan kepada manusia. Saling mengenal menjadi kunci pembuka untuk saling membantu. Namun yang perlu menjadi catatan adalah bahwa jangan menunggu kenal terlebih dahulu kemudian kita tidak membantu seseorang yang sedang kesulitan atau ditimpa musibah. Hanya saja terkadang apabila sudah saling kenal dalam membantu pun akan lebih loyal (penuh kesetiaan). Saling bantu dalam ajaran Islam tidak hanya sesama pemeluknya, melainkan membantu non-muslim pun dibolehkan. Namun Islam membatasi pemeluknya hanya boleh bekerjasama dan membatu non-muslim dalam hal yang sifatnya duniawi dan berkenaan dengan muamalat, tidak dalam hal keimanan atau aqidah. Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ (١٣)
Artinya: “Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat [49]: 13).
            Membangun kesadaran untuk saling bantu setidaknya ada tiga hal yang menjadi kunci pembukanya. Kunci pertama adalah saling mengenal (ta’aruf) sebagaimana telah dijelaskan diatas. Kedua adalah saling memahami (tafahum) dan ketiga saling menanggung beban bersama (takaful). Jika ketiga kunci ini diterapkan dalam kehidupan masyarakat maka akan tercipta kehidupan yang saling membantu dan bahkan lebih dari pada itu. Begitu indah Islam mengajarkan nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan. Dan ketiga kunci ini akan terakumulasi menjadi suatu ikatan persaudaraan yang kokoh (ukhuwah). Dan ketiga kunci ini menjadi sarana untuk mengupgrade atau memperbaiki hubungan masyarakat jika terjadi perselisihan. Allah telah menegaskan bahwa orang mukmin itu saling bersaudara. Allah berfirman:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ (١٠)
Artinya: “Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat [49]: 10).
            Kunci kedua sebagai upaya membangun kesadaran untuk saling bantu adalah tafahum (saling memahami). Tafahum (saling memahami), yaitu hendaknya seorang muslim memperhatikan keadaan saudaranya agar bisa bersegera memberikan pertolongan sebelum saudaranya meminta, karena pertolongan merupakan salah satu hak saudaranya yang harus ia tunaikan. Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi Muhammad Saw., beliau bersabda: “Barang siapa menghilangkan kesusahan seorang muslim, niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahannya di hari kiamat. Barang siapa menutupi aib seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat. Allah selalu menolong seorang hamba selama dia menolong saudaranya.” (HR. Muslim).
            Kunci ketiganya adalah takaful (saling menanggung beban bersama). Tidak sepatutnya seorang muslim itu berdiam diri ketika melihat saudaranya kesulitan atau ditimpa musibah. Ciri seorang muslim sejati adalah saling membantu dan saling menanggung beban bersama. Setelah mengenal dan memahami, maka yang diharapkan akan tumbuh rasa takaful (saling menanggung beban bersama) dan sikap ta’awun (saling menolong). Karena inilah sesungguhnya yang akan menumbuhkan rasa cinta pada diri seseorang kepada kita. Bahkan Islam sangat menganjurkan kepada ummatnya untuk saling menolong dalam kebaikan dan takwa. Rasullullah Saw., telah mengatakan bahwa bukan termasuk umatnya, orang yang tidak peduli dengan urusan umat Islam yang lain. Oleh sebab itu jika kaum muslimin menginginkan kesatuan yang kokoh maka rapatkan barisan berjama’ah (kebersamaan) di segala bidang. Analoginya, seperti halnya satu batang lidi tidak akan bisa membersihkan sampah, tetapi jika lidi-lidi disatukan menjadi satu ikatan yang kuat dan kokoh maka sampah mana yang tidak bisa dibersihkan. Dan sesama muslim atau bahkan kepada non-muslim pun jangan saling mendzolimi. Berikut dalil Al-Qur’an dan Haditsnya:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ (٢)
Artinya: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.” (QS. Al-Maidah [5]: 2).
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
Artinya: “Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal bagaimana mereka saling mencintai, saling mengasihi, dan saling menyayangi adalah seperti satu tubuh. Apabila ada sebagian dari tubuhnya yang sedang sakit, maka bagian tubuh yang lain turut merasakannya, sehingga membuatnya tidak bisa tidur dan demam. (HR. Muslim).
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : لاَ تَحَاسَدُوا وَلاَ تَنَاجَشُوا وَلاَ تَبَاغَضُوا وَلاَ تَدَابَرُوا وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَكُوْنُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوَاناً . الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَكْذِبُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ . التَّقْوَى هَهُنَا –وَيُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ – بِحَسَبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ
Artinya:  “Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Janganlah kalian saling dengki, saling menipu, saling marah dan saling memutuskan hubungan. Dan janganlah kalian menjual sesuatu yang telah dijual kepada orang lain. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, (dia) tidak menzaliminya dan mengabaikannya, tidak mendustakannya dan tidak menghinanya. Taqwa itu disini (seraya menunjuk dadanya sebanyak tiga kali). Cukuplah seorang muslim dikatakan buruk jika dia menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim atas muslim yang lain; haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya.” (HR. Muslim).
            Dengan saling tolong-menolong akan banyak menuai manfaat, diantaranya adalah pekerjaan akan cepat terselesaikan dan mendekati kesempurnaan, risalah Islam akan mudah dan cepat tersebar luas, menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang, memperlancar perintah Allah dalam amar ma’ruf nahi munkar, terciptanya tatanan masyarakat yang adil dan makmur dan sebagainya.
            Membangun perubahan tidak bisa dilakukan dengan segelintir orang, oleh karenanya harus kolektif. Membangun perubahan harus diawali dengan pembenahan paradigma atau mindset. Upaya membangun komunitas atau masyarakat yang saling tolong-menolong harus diawali dengan pembentukan kesadaran hidup berjama’ah. Kesadaran dan paradigma itu dapat dibentuk dari ketiga kunci diatas; ta’aruf, tafahum, dan takaful/ ta’awun. Wallahu a'lam.
(Fajar Romadhon)

Membangun Kesadaran Untuk Saling Bantu



"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya,dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat.Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya,.." <Q. S. An-Nur (24):31>

Ada sebuah kisah klasik di antara kita para anak manusia…
Adam dan hawa, begitulah kecenderungan manusia pada tiap lawan jenisnya…
Ada ikhwan akhowat, akhi ukhti, qais laila, cewek cowok, romeo juliet, dan begitu seterusnya…

Sudahlah biasa mungkin, jika cinta itu diungkapkan seorang cowok pada kekasihnya…

Pada kenyataannya, mereka memang dua sejoli yang sedang memadu kasih, dimabuk lautan asmara…

Pertanyaannya kemudian adalah apakah biasa jika cinta itu 
diungkapkan seorang ikhwan kepada akhowat atau bahkan mungkin sebaliknya???

Yang notabene uda pada ngaji… 
Jujur… Itu bukanlah hal yang biasa…
 Bukan, bukanlah hal biasa…
 Tapi sungguh luar biasa…

Ketika ada si ikhwan berkata pada akhowatnya “ukhti, aku mencintaimu dan menyayangimu…”
Hmm, sederet kata sayang yang memenuhi ucapannya… mengharapmu menjadi kekasih hati…
Terbungkus harapan dan janji-janji manis…

Padahal belumlah saatnya ungkapan itu dilontarkan…
Coba hawa, apa yang kalian rasakan jika ungkapan itu mendarat di telingamu??
Akankah terbang di atas awan ataukah terbuai angan panjang…
Mungkin dari kalian ada yang punya hati sekuat baja… so, mental lah kata-kata itu…

Tapi tak semua… di antara kita banyak berhati bak kapas yang mudah diterbangkan

kemana pun angin berhembus…
Betapa tak kuasanya…
Lembutnya hati si hawa…
Adam, tegakah kalian menodai hati lembutnya??
Dengan kepolosan dan keluguannya…
Atau bahkan mungkin kebodohannya…
Ya, mungkin karena kebodohan dan kedangkalan ilmunya…

Tau, jawabnya apa?

Maaf, kalo boleh kami sebut kalian adalah pengecut… 
Kenapa begitu? Karena antum hanya bermain-main dengan sehelai kapas…
yang kecil, tipis, mudah terbang tanpa arah dan tujuan…
Bermain-main di belakang dalam angan dan buaian…
Realitasnya, kalian belum berani menghadapinya…
Adakah jika engkau jantan, maka nikahi si akhowat??

Bisakah??

Renungkanlah…

Jauhi hawa, jika kalian tak kuasa dengan fitnah hawa…
Janganlah percikkan bara, jika kalian tak ingin terbakar olehnya…

Janganlah menantang resiko dengan mendekati pintu-pintu fitnah,
jika kalian ga bisa menanggung konsekuensinya…
Melegalkan cara-cara yang telah diharamkan-Nya…
Bagaimanapun itu uda keluar dari jalur and syari’at-Nya…
Terbuai cinta yang bersemi sebelum waktunya…
Sehingga menempuh jalan bermaksiat kepada-Nya…
Sabarlah dan tuntutlah ilmu…

Amalkan dulu ilmu yang kita punya dalam balutan ketaatan dan ketaqwaan…
Jika memang sudah tak bisa…
Tempuhlah jalan yang paling mulia tuntunan RasulNya…
Menikahlah melalui jalur syari’atNya...

Dengan cara-cara yang dilegalkan dan dihalalkan-Nya…
Muslim yang baik untuk muslimah yang baik…
Muslimah yang baik untuk muslim yang baik pula…
Dan sebaliknya…

Semoga Alloh memberkahi… dalam ikrar suci yang menyatukan cinta kalian karena-Nya
terbingkai indah dan mulia dengan sebuah pernikahan…

Kuntum mawar yang telah merekah mempesona, hadirkan ungkapan cinta suci pada kekasihnya…

Itulah cinta yang sesungguhnya…
Teruntuk ukhti fillah…


Semoga Allah menyayangimu…
Hijabilah hati kita…
Hijab yang sempurna…

Jangan biarkan hatimu mudah terjatuh karena rayuan seorang lelaki khilaf dan berpenyakit hatinya… hingga terlena akan harapan-harapan dan omong kosong mereka…

Jauhilah mereka…
Syaithan tak pernah lengah untuk menggoda hamba-Nya…
Senantiasalah istiqomah di jalan-Nya…

Memohonlah penjagaan dari Rabb-Mu dalam ketaatanmu…

Semoga Allah memberikan yang terbaik untukmu, hidupmu, agamamu, dunia dan akhiratmu…”

Baarakallaahu fiikum….
Bumi Allah di waktu pagi

Sebuah renungan untuk diriku dan saudaraku fillah

(afg)

Hati Kapas atau Baja?


 #Koding (Komik Dinding). Gambar: Stiker Line.






Koding (14 Februari 2014)

Mungkin di tempat kita tanggal 14 Februari ini biasa-biasa saja. Namun, di tempat lain ada banyak kemaksiatan yang dilakukan oleh orang-orang yang tak mengingat Allah.

Ini adalah peringatan. Jangan sampai kita menyia-nyiakan kesempatan bertaubat, berubah kepada kebaikan.

#YukTutupAurat #GerakanMenutupAuratInternasional

Kita doakan saudara muslim kita yang sedang terkena bencana dimanapun, di negara manapun, di tempat manapun. Semoga Allah melindungi hari-hari, jam, maupun tiap detik kita dengan selalu mengingat-Nya. Aamiin.

.:: Karena Islam Milik Kita Semua ::.

Peringatan Allah